Mei 22, 2018

Doktor Ekolinguistik Pertama dari Brebes

Brebes sebagai kota yang sedang berkembang dengan berbagai potensi alam yang sangat melimpah, kini sedang berbahagia dengan prestasi yang sangat luar biasa dari putra daerah. Ia adalah Tommi Yuniawan, warga Brebes yang berhasil menjadi orang Brebes Pertama yang menjadi Doktor Ekolinguistik. Istilah ekolinguistik diambil oleh Tommi Yuniawan dalam judul Disertainya yang berjudul “Khazanah dan literasi Ekoleksikon dalam Teks Berita Konservasi di Media Massa: Kajian Ekolinguistik”

Ekolinguistik adalah linguistik terapan yang bersifat lintas bidang (interdisipliner). Selanjutnya Fill (dalam Fill dan Muhlhausler 2001:51) menjelaskan bahwa ekolinguistik sebagai studi yang lebih luas lingkupnya dalam mempelajari sintaksis, semantik, dan pragmatik, dan karena itulah dibutuhkan beberapa teori baru yang inovatif untuk menginvestigasi ide-ide tersebut secara empiris. Menurut Crystal (2008:161-162), ekolinguistik adalah sebuah studi yang merefleksikan sifat ekologi dalam studi biologis, yang mana interaksi antara bahasa dan lingkungan kultur dilihat sebagai inti: disebut pula dengan ekologi bahasa, ekologi linguistik atau linguistik hijau. Alexander dan Stibbe (2011:7)

Tommi Yuniawan Ia lahir di Brebes, 17 Juni 1975 (putra ibu & bapak Sudiarto). Ia menyelesaikan pendidikan S-1 di IKIP Semarang  (1998), S-2 di UGM Yogyakarta (2002), Short Course SEAMEO RLC di Singapura (2006). Ia menyelesaikan pendidikan S-3 di Universitas Negeri Semarang dengan bidang kajian ekolinguistik. Sejak 1999, ia menjadi dosen di Jurusan Pendidikan Bahasa & Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa Seni, Universitas Negeri Semarang. Sejak 2013, ia berpangkat  Pembina Utama Muda IV-c/Lektor Kepala (Angka Kredit: 820 Kum). Ia pernah meraih prestasi Mahasiswa Teladan (1996), Wisudawan Lulusan Terbaik (1998), Dosen Teladan (2003), Peneliti Penyaji Terbaik Penelitian Dosen Muda & Studi Kajian Wanita tingkat Nasional (2006), serta Satya Lencana Karya Satya 10 tahun dari Presiden Republik Indonesia (2012).

Selain memberikan perkuliahan Etnolinguistik, Linguistik Historis Komparatif, Sosiolingiustik, Keterampilan Berbicara,  Menulis Karya Imiah, ia juga aktif di berbagai penelitian, pengabdian kepada masyarakat, penulis di berbagai jurnal ilmiah bereputasi dan terakreditasi, penyaji makalah atau nara sumber dalam seminar dan pelatihan nasional maupun internasional.

Ia menulis buku Terampil Retorika Berbicara (tahun 2012 ISBN 9786028467667 memperoleh HKI 087785), modul Bahasa Masyarakat Etnik Jawa-Sunda: Kajian Sosiolinguistik (tahun 2012), buku Pendidikan Konservasi Berbasis Ekolinguistik (tahun 2016 ISBN 9786027497504 memperoleh HKI 087559), serta buku Ekoleksikon Konservasi (tahun 2017 ISBN 9786022851004). Di kampusnya, ia aktif menjadi anggota Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (2002-sekarang), anggota Masyarakat Linguistik Indonesia (2002-sekarang), anggota Asosiasi Peneliti Bahasa Lokal (2017-sekarang). Ia pernah mendapat tugas sebagai Penyunting Bahasa Jurnal Lembaran Ilmu Pendidikan  (2006), Ketua Redaksi Jurnal Cendekia (2010), Ketua Redaksi Buletin Pelangi Konservasi  (2010), Sekretaris Pusat Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat (2006-2007), Staf Ahli Rektor Bidang Kemahasiswaan (2007–sekarang), Asesor Sertifikasi Guru (2010-sekarang), Instruktur PLPG dan PPG (2010–sekarang).

Oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia, ia dipercaya sebagai Tim Penilai Mahasiswa Berprestasi tingkat Nasional, Tim Reviewer/Pakar Program Kreativitas Mahasiswa & Juri Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional, Dosen Ahli/Pakar di Universitas Tidar (2016) dan di Universitas Negeri Timor (2017). Oleh Koperstis Wilayah VI Jawa Tengah, ia diamanahi Tim Pembina Kemahasiswaan Perguruan Tinggi Kopertis VI. Oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, ia ditugasi sebagai Tim Reviewer Program Fasilitasi Mahasiswa Jawa Tengah dan Tim Reviewer Pendidik Berprestasi. Bersama istri, Ike Rustika Andriyani, S.Psi. (putri ibu & bapak H. Rustono) dan putra-putrinya (Praditya Yurika Fairuz & Diyasmintya Yurika Fairuz) tinggal di Griya Sekargading Blok Q-8 Kalisegoro Gunungpati Semarang  Jawa Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *